Rabu, 28 November 2012

Ground Handling

“Ground Handling” berasal dari kata “Ground” dan “Handling”. Ground artinya darat atau di darat, yang dalam hal ini di Bandara (Airport). Handling berasal dari kata Hand atau Handle yang artinya tangan atau tangani. To Handle berarti Menangani, Melakukan suatu pekerrjaan tertentu dengan dengan penuh kesadaran. Handling berarti Penanganan atau pelayanan (Service ot To Service, sehingga pada banyak kesempatan, kita sering menjumpai pemakaian kata “Ground Service”. Dan dalam banyak kasus. Kita juga sering menemukan kata “Ground Operation”, Baik “Ground Handling”, “Ground Service”, “Ground Operation” maupun “Airport Service”, pada dasarnya mengandung maksud dan pengertian yang sama, yaitu merujuk kepada “Suatu aktifitas perusahaan penerbangan yang berkaitan dengan penanganan atau pelayanan terhadap para penumpang berikut bagasinya, kargo, pos, peralatan pembantu pergerakan pesawat di darat dan pesawat terbang itu sendiri selama berada di Bandara, untuk keberangkatan (Departure) maupun untuk kedatangan atau ketibaan (Arrival)”. Secara sederhana “Ground Handling” atau “Tata Operasi Darat” adalah pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pesawat di Apron, penanganan penumpang dan bagasinya di terminal dan kargo serta pos di cargo area.

  Ruang Lingkup Ground Handling
Ruang lingkup atau batasan pekerjaan “Ground Handling”, yaitu pada fase atau tahap :
1. Pre-Flight
Kegiatan penanganan terhadap penumpang berikut bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat sebelum keberangkatan (di Bandara asal/Origin Station)

  Post Flight
Kegiatan penanganan terhadap penumpang beserta bagasinya dan kargo serta pos dan pesawat setelah penerbangan (di Bandara tujuan/Destination)
Atau dengan kata lain penanganan penumpang dan pesawat selam berada di Bandara. Secara teknis operasional, aktifitas “Ground Handling” dimulai pada saat pesawat “ taxi” (Parking Stand), mesin pesawat sudah dimatikan, roda pesawat sudah diganjal (Block On) dan pintu pesawat sudah dibuka (Open The Door) dan para penumpang sudah dipersilahkanuntuk turun atau keluar dari pesawat, maka pada saat itu para staff udara sudah memiliki kewenangan untuk mengambil alih pekerjaan dari “Pilot In Command (PIC)” beserta cabin crew-nya. Dengan demikian, fase ini kita namakan “Arrival Handling”. Dan sebaliknya, kegiatan atau pekerjaan orang-orang darat berakhir ketika pesawat siap-siap untuk lepas landas, yaitu pada saat pintu pesawat ditutp, mesin dihidupkan dan ganjal roda pesawat sudah dilepas (Block Off). Tanggung jawab pada fase ini (In-Flight) berada di tangan “Piloy In Command” beserta para awak kabinnya. Fase ini dikenal dengan istilah “Departure Handling”

Obyek yang ditangani oleh Ground Staff pada intinya, meliputi : penumpang (Pax), barang bawaan penumpang (Baggage), barang kiriman (Cargo), benda-benda pos (Mail), ramp dan aircraft. Sebagai sebuah proses penangana, maka muncul istilah : Passenger Handling, Baggage Handling, Cargo and Mail Handling dan Ramp Handling. Dimana baik ruang lingkup maupun obyek kegiatan tersebut harus mengacu kepada aturan yang telah ditetapkan oleh “IATA Airport Handlng Manual, 810 Annex A”, yang telah menetapkan sebanyak 14 section pelayanan standar atau 14 kegiatan.

   Tujuan Ground Handling

Ground Handling mempunyai tujuan atau target-target/sasaran-sasaran yang ingin dicapai, yakni :

1. Flight Safety
2. On Time Performance
3. Customer Satisfaction
4. Reliability

Tata Operasi Darat (TOD) atau Ground Handling mencakup antara lain :
Prosedur keberangkatan dan kedatangan penumpang
1.   Prosedur keberangkatan dan kedatangan cargo/mail
2.   Prosedur keberangkatan dan kedatangan pesawat udara
3.   Lay out sebuah airport
4.   Membaca ABC Guide, Time Table, Travel Information Manual (TIM)
5.   Cara menghitung flight time
6.   Cara memeriksa Paspor, Visa, Health Certificate, Tiket, Fiskal, Airport Tax
7.   Aircraft and the positioning of the transportation equipment
8.   Hal-hal yang berhubungan dengan pesawat udara :
·      Cleaning (membersihkan)
·      Catering (penyediaan makanan dan minuman)
·      Fuelling (pengisian bahan bakar)
·      Marshalling / parkir (memarkir pesawat)
·      Push back (alat pendorong pesawat)
·      Maintenance (pemeliharaan)

TERMINAL AREA


1.        Prosedur Keberangkatan Penumpang
Yang perlu disiapkan petugas sebelum check – ini counter dibuka :
·           Passenger Manifest (Passenger Name List).
·           Boarding Pass (bila secara manual).
·           Baggage Claim Tag.
·           Label/Tag lainnya, seperti security tag, priority tag, fragile tag, group tag, name tag, checked baggage tag, dsb.
·           Excess baggage ticket.
·           Seat Allocation, terutama tentang pemesanan special ticket.
·           Purser Information.
·           Form Passenger Baggage Weight Sheet (PWBS)
·           Form Passenger Transfer Message (PTM)
·           Free baggage allowance serta cara menghitung excess baggage.
Hal pertama yang dilakukan penumpang ketika di bandara adalah dating ke check – in counter, dengan membawa tiket, bagasi, dan tas tentengan (kalau ada). Setelah memeriksa tiket, petugas check – in counter akan menimbang bagasi untuk melihat apakah ada kelebihan berat atau tidak; bila lebih, calon penumpang akan diminta membayar excess baggage (kelebihan bagasi), dan petugasakan memberikan E#xcess Baggage ticket sebagai bukti pembayaran kelebihan berat itu. Setelah proses ini selesai, ia akan memberikan \boarding pass dan baggage claim tag, serta mengembalikan sisa tiket (cover ticket)
Dari check – in counter, dimana penumpang juga membayar airport tax dan fiscal, penumpang menuju pemeriksaan imigrasi, lalu ke boarding gate untuk menunggu boarding time.
Untuk kemyamanan calon penumpang dan kelancaran kerja, para petugas di check – in counter harus memperhatikan hal – hal berikut:
1.      Penampilan harus rapi, banyak senyum, dan ramah.
2.      Harus menguasai tata cara check – in, antara lain:
·     Bagaimana cara memeriksa tiket, paspor, visa, surat kesehatan (dan bilamana surat ini diperlukan).
·     Cara mempersiapkan boarding pass.
·     Cara mempersiapkan baggage claim tag.
·     Cara membaca PNL (Passenger Name List) atau PNR (Passenger Name Record) atau Daftar Nama Penumpang.
·     Cara membuat excess baggage ticket seandainya penumpang mempunyai kelebihan berat ats bagasinya.
·     Cara mambaca buku ABC, TIM
·     Dan lain – lain.
3.      Langkah – langkah yang mesti dilakukan petugas:
·     Manyapa dengan sopan dan senyum kepada penumpang yang dating dengan selamat pagi/siang/sore/malam.
·     Meminta dokumen perjalanan penumpang: tiket, paspor, visa dan apabila diperlukan surat kesehatan internasional.
·     Setelah menerima tiket, mencocokannya dengan PNL/PNR apakah nama si calon penumpang ada di dalam daftar tersebut; kalau ada, petugas langsung menyapa dengan menyebiut namanya, misalnya Mr. Dewa, Mrs Hadi, dsb.
·     Menimbang bagasi, lalu membuatkan kartu bagasi atau baggage claim tag, kalau ada kelebihan berat, penumpang diberi tahu akan harus membayar berapa, bagaimana cara pembayarannya (cash atau pakai credit card). Membuatkan excess baggage ticket
·     Memeriksa paspor, visa, dan dokumen lainnya
·     Menyakan apakah ada permintaan khusus sperti tempat duduk, makanan, dsb.
·     Apabila semua sudah beres, ia memberikan boarding pass untuk si penumpang disertai tiket, paspor, dan lain – lain; memberitahukan waktu berangkat serta dimana ruang tunggunya, dan dari check – in counter, penumpang harus pergi kemana, misalnya membayar fiscal lalu ke bagian imigrasi, baru ke ruang tunggu.
·     Jangan lupamenbgucapkan terima kasih dan selamat jalan “Have a nice trip”

2.        Prosedur Kedatangan Penumpang.
Petugas di bagian kedatangan pesawat/penumpang haruslah mengetahui jam – jam kedatangan pesawat (ETA = Estimate Time Arrival), sehingga mereka bisa mempersiapkan diri. Mereka juga harus mengetahui apakah ada penumpang yang transit, yang transfer (pindah pesawat menuju ke lain kota/Negara), dan yang turun di situ. Penumpang yang transit (singgah) akan diberi transit card atau kartu singgah. Yang transfer atau pindah pesawat akan segera dibantu sehubungan dengan yempat duduk, bagasi, dsb. Dan bagi yang turun disitu, akan dibimbing ke bagian imigrasi untuk pemeriksaan paspor dan visa, lalu ke tempat pengambilan bagasi.
Kalau urusan bagasi sudah bagasi sudah beres, amaka mereka dipersilakan menuju ke pemeriksaan Pabean (doane)_, lalu ke luar. Bila ada bagasi yang belum ketemu atau hilang atau mengkin ada yang rusak, penumpang tersebut akan diajak ke bagian Lost and Found (tempat melaporkan kehilangan dan bagasi).

3.        Prosedur Kalau Kehilangan Bagasi atau Bagasi Rusak.
Setelah melalui pemeriksaan paspor di bagian Imigrasi, anda menuju ke bagian pengambilan bagasi anda di conveyor belt (ban berjalan), seandainya bagasi/koper anda tidak ketemu atau hilang, dan juga apabila koper anda rusak sewaktu anda terima, anda harus malapor ke bagian Lost and Found atau bagian “Kehilangan dan Penemuan”
Beberapa hal yang perlu anda perhatikan untuk mengurus masalah ini adalah sebagai berikut:
·        Bila koper anda hilang, anda mesti menunjukan bukti baggage claim tag atau tanda penerimaan bagasi, dimana tertera nomor bagasi anda serta tujuannya. Anda akan dibuatkan Property Irregularities Report (Laporan Kehilangan) yang biasanya disingkat dengan PIR. Di dalam PIR, anda akan menemukan data anda dan koper anda.
·        Bila koper anda rusak, anda akan dibuatkan Damage Report (Laporan  Kersukan. Apabila koper yang tadim masih bisa diperbaiki, maka pihak perusahaan penerbangan akan memperbaikinya, atau anda yang akan memperbaiki sendiri, nanti biayanya akan diganti oleh pihak perusahaan penerbangan.
Setelah semua bagasi/koper yang anda bawa anda temukan, anda langsung mwmbawanya ke bagian pabean. Di  bandara Soekarno – Hatta , dibagian pabean ada jalur merah dan jalur hijau. Jalur merah bagi mereka yang mempunyai barang – barang bawaan yang sekiranya perlu dilaporkankepada pabean untuk pembayaran bea masuk. Jalur hijau dipergunakan bagi mereka yang tidak membawa barang – barang yang perlu dilaporkan kepada pihak pabean atau tidak ada barang yangperlu bayar bea masuk. Namun sekalipun anda menggunakan jalur hijau, kalau pihak pabeaningin melihat isi koper anda, maka anda harus membukanya. Bila semua ini beres,anda bisa meninggalkan bandara. 
 http://bakiruntokri.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar